Home / Artikel / Pentingnya Adab Penuntut Ilmu Dalam Menghafal Al-Q...
Pentingnya Adab Penuntut Ilmu Dalam Menghafal Al-Qur’an
Pendidikan  ·  08 Mei 2026

Pentingnya Adab Penuntut Ilmu Dalam Menghafal Al-Qur’an

Menghafal Al-Qur’an adalah ibadah yang sangat mulia. Akan tetapi para ulama salaf menjelaskan bahwa keberhasilan seorang penuntut ilmu dan penghafal Qur’an tidak hanya ditentukan oleh kuatnya hafalan, tetapi juga oleh adab dan akhlaknya.

Dalam manhaj salaf, adab memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Bahkan banyak ulama dahulu lebih dahulu mengajarkan adab sebelum ilmu. Sebab ilmu tanpa adab dapat menjadi sebab kesombongan, sedangkan ilmu yang disertai adab akan mendatangkan keberkahan dan manfaat.


Kedudukan Ilmu dan Adab Dalam Islam

Allah Ta’ala memuliakan orang-orang yang berilmu. Allah berfirman:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Qur'an Al-Mujadilah: 11)

Namun ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang melahirkan:

  • rasa takut kepada Allah,

  • tawadhu,

  • dan akhlak yang baik.

Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.”
(QS. Al-Qur'an Fathir: 28)

Karena itu para salaf tidak memandang ilmu hanya sebatas hafalan, tetapi juga pengaruhnya terhadap hati dan perilaku seseorang.


Para Salaf Sangat Memperhatikan Adab

Imam Imam Malik رحمه الله berkata:

“Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu.”

Sebagian ulama salaf bahkan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari adab sebelum memperdalam ilmu.

Hal ini karena adab adalah:

  • penghias ilmu,

  • penjaga hati,

  • dan sebab keberkahan dalam menuntut ilmu.


Adab Penghafal Al-Qur’an

1. Ikhlas Karena Allah

Tujuan menghafal Al-Qur’an harus untuk mencari ridha Allah, bukan pujian manusia atau kebanggaan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)

Penghafal Qur’an harus menjaga niatnya agar hafalan menjadi ibadah yang diterima di sisi Allah.


2. Menghormati Guru

Dalam manhaj salaf, menghormati guru termasuk adab yang sangat penting. Guru adalah perantara sampainya ilmu kepada murid.

Para sahabat رضي الله عنهم sangat memuliakan Rasulullah ﷺ ketika belajar. Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian meninggikan suara kalian melebihi suara Nabi.”
(QS. Al-Qur'an Al-Hujurat: 2)

Jika kepada Rasulullah ﷺ demikian adabnya, maka kepada para pewaris ilmu dari kalangan ulama dan guru juga harus dijaga penghormatan dan sopan santunnya.


3. Tawadhu dan Tidak Sombong

Hafalan Al-Qur’an tidak boleh menjadikan seseorang merasa lebih baik dari orang lain.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi.”
(HR. Sahih Muslim)

Semakin tinggi ilmu seseorang seharusnya semakin tawadhu dan takut kepada Allah.


4. Menjaga Akhlak dan Lisan

Penghafal Qur’an harus menjaga:

  • ucapan,

  • perilaku,

  • dan pergaulan.

Tidak pantas seorang penghafal Qur’an berkata kasar, suka berdusta, atau meremehkan orang lain.

Aisyah رضي الله عنها berkata tentang Rasulullah ﷺ:

“Akhlak beliau adalah Al-Qur’an.”
(HR. Sahih Muslim)


5. Mengamalkan Ilmu

Tujuan utama Al-Qur’an bukan hanya dihafal, tetapi diamalkan.

Allah Ta’ala berfirman:

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya.”
(QS. Al-Qur'an Shad: 29)

Para sahabat رضي الله عنهم mempelajari Al-Qur’an dengan pengamalan, bukan sekadar hafalan.


Adab Membawa Keberkahan Ilmu

Para ulama salaf menjelaskan bahwa keberkahan ilmu diperoleh dengan:

  • keikhlasan,

  • adab,

  • dan ketakwaan.

Sebaliknya maksiat dapat menghilangkan keberkahan ilmu dan melemahkan hafalan.

Imam Imam asy-Syafi'i رحمه الله pernah dinasihati agar meninggalkan maksiat ketika mengeluhkan lemahnya hafalan.

Karena itu penghafal Qur’an harus menjaga:

  • shalat,

  • pandangan,

  • adab,

  • dan kebersihan hati.


Lingkungan Yang Baik Membentuk Adab

Lingkungan Islami sangat membantu membentuk adab penuntut ilmu. Teman yang shalih akan membantu seseorang menjaga:

  • semangat ibadah,

  • akhlak,

  • dan muraja’ah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seseorang itu mengikuti agama teman dekatnya...”
(HR. Sunan Abi Dawud dan Jami' at-Tirmidhi)

Karena itu penting bagi penuntut ilmu berada di lingkungan yang baik dan penuh ketaatan kepada Allah.


Penutup

Adab adalah bagian penting dalam perjalanan menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an. Dalam manhaj salaf, ilmu tidak dipisahkan dari akhlak dan ketakwaan. Penghafal Qur’an yang sejati adalah mereka yang:

  • ikhlas,

  • tawadhu,

  • menghormati guru,

  • menjaga akhlak,

  • serta mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupannya.

Semoga Allah menjadikan kita dan anak-anak kaum muslimin sebagai penuntut ilmu yang beradab, penghafal Qur’an yang ikhlas, dan hamba-hamba yang istiqamah di atas sunnah Rasulullah ﷺ dan pemahaman para sahabat رضي الله عنهم. Aamiin.